Jumat, 10 April 2009

Super Compat Product

Super Compac Product

Perangkat buatan manusia yang saat ini dianggap sangat canggih adalah IC (Integrated Circuit) atau sering dikatakan sebagai Chip, sering pula disebut dengan Microchip.

Dalam dimensi fisik yang sangat kecil Chip dapat mewakili kinerja ribuan transistor. Dengan ditemukannya perangkat ini perkembangan peralatan elektronik canggih berikutnya sangat mungkin dikembangkan hingga manusia mengalami kemajuan yang pesat dan berujung ditemukannya teknologi digital ( Digital Tecnology )

Berbagai peralatan digital yang canggih bermunculan semisal digital camera, digital recorder, dan lainnya. Perangkat flashdisk yang dimensi ukurannya lebih kecil dari sebuah korek api gas mampu menyimpan data sebesar 1 gygabit lebih. Ini artinya sebuah flashdisk mampu memuat lebih dari 40.000 halaman buku. Perangkat handphone menjadi sedemikian kompak sehingga memiliki kemampuan menyimpan banyak data suara dan gambar serta melakukan komunikasi suara dan data dimaksud. Teknologi digital yang diekplorasi manusia memberikan hasil yang mengagumkan.

Dalam salah satu ayat Surat Al Baqoroh Allah menyatakan: “Sesungguhnya Allah tidak merasa malu menciptakan nyamuk atau yang lebih kecil darinya. Adapun orang – orang yang beriman tentu mengetahui yang demikian ini adalah haq…………...”

Nyamuk, atau tungau yang berbadan lebih kecil, memiliki dimensi ukuran kurang dari 1 milimeter kubik. Tetapi kemampuan yang dimilikinya amatlah besar. Dalam tubuhnya terdapat perangkat digital yang mampu merespon rangsangan internal dan eksternal. Ia juga mampu menterjemahkan kode – kode digital kedalam system mekanik dan lainnya.

Dalam tubuh tungau terdapat system metabolisme, motorik, reproduksi, deteksi terhadap lingkungan serta respon atas rangsangan yang diterimanya. Ketakjuban atas sebuah hasil teknologi yang demikian kompak tetapi sangat mini dalam hal dimensi fisik. Kinerja teknologinya sangat kompleks karena ia memiliki banyak system sehingga ia mampu untuk hidup, mempertahankan hidup dan menghasilkan generasi secara mandiri.

Belum, atau bahkan tidak akan, ada produk teknologi buatan manusia yang demikian kecil dimensinya akan tetapi memiliki kinerja otomatis dan mandiri yang sedemikian komplek. Peralatan digital buatan manusia bekerja dalam menerima, menyimpan dan menterjemahkan kode-kode digital dan sinyal elektrik. Untuk kemampuan tersebut perangkat digital harus disuplly energi dari luar dirinya, sehingga tidak dapat dikatakan mampu bekerja secara mandiri.

Perbandingan produk teknologi yang tidak imbang dan pemikiran na’if. Tetapi kena’ifan lebih besar adalah manakala diri menjadi lupa, muncul sifat takabur, ingkar dan pembangkangan terhadap Dzat Yang Maha Besar. Manusia seharusnya mau mengagungkan pencipta-Nya.

Cak Imron

Tulisan di atas telah memiliki hak terbit dari CSO ( Coffe Shop Oration ) Pengelola blog mengundang partisipasi segenap pengunjung. Syukur lagi jika dapat diwujudkan munculnya sebuah komunitas yang memiliki kesamaan visi dan misi. CSO sementara akan berjalan mengalir dan berharap hasil – hasil positif dapat dimunculkan. Semoga.

Keagungan Pribadi Muhammad

Barang siapa yang memisahkan diri dari ulamamaka akan matilah hatinya serta ia buta akan ta’at kepada Allah.

Tentang pribadi seorang Muhammad Sang Utusan.

Muhammad meski seorang utusan, beliau adalah manusia biasa. Dengan kalimat ini penulis ingin mengantarkan pemikiran bahwa sah dan perlu bagi kita untuk membahas Muhammad sebagai sebuah pribadi. Pembahasan yang mudah - mudahan akan mengantar kita untuk menjadi orang yang lebih tau diri dan gemar berintrospeksi.

Tentang beliau Syaikh Abdurrahman Ad Diba’iy menyatakan : Hati beliau tidaklah lupa dan tidak pula tidur akan tetapi senantisa ( ber ) khidmah tiada henti dalam muraqabah.

Logika ( nakal ) penulis mencari keterangan penjelas akan hal ini. Jawaban yang penulis dapatkan mungkin na’if. Penulis mendapati fakta bahwa alarm hanphone dapat aktif tepat pada waktu yang ditentukan meski ia dalam keadaan off. Logika ( nakal ) kemudian berjalan melompat. Ibarat sebuah perangkat, Muhammad tentulah memiliki software yang canggih. Software, perangkat yang lebih menentukan kinerja.

Hati yang tidak pernah tidur, mungkin perlu kita analogikan sebagai sebuah system ( termamsuk juga system control internal ) yang tidak pernah berhenti bekerja. Atas fakta ini kemudian penulis membandingkan dengan kesulitan diri dalam mengontrol hati untuk dapat selalu focus meski hanya untuk waktu sepanjang satu rekaat sholat. Kesimpulan yang penulis ingin sampaikan dalam kesempatan ini adalah betapa tingginya kinerja yang berlangsung dalam pribadi seorang Muhammad.

Mungkin muncul sanggahan dalam hal ini. Muhammad memiliki kinerja pribadi yang demikian hebat karena beliau adalah seorang Rasul.

Menjawab hal di atas kita haruslah mengingat perjalanan hidup beliau. Wahyu kerasulan beliau terima saat usia beliau 40 tahun. Sebelumnya, sejak usia 35 tahun Muhammad senantiasa berkhalwat di Gua Hira hingga beliau terima wahyu kerasulan dimaksud. Lima tahun sebelum menerima wahyu kerasulan beliau senantiasa berusaha sungguhsungguh mencari jati diri. Ketika jati diri ini telah beliau temukan, maka telah pantas bagi beliau untuk menerima wahyu kerasulan.

Fakta yang demikian inilah yang harusnya menjadi pedoman bagi kita semua.

Akan halnya kebesaran pribadi Muhammad sebagaimanan pokok bahasan kita, Syaikh Abd Rahman Ad Diba’iy menyatakan dalam bagian lain maulidnya: Hai orangorang yang berakal hadirkan hatimu sehingga menjadi nyata bagimu agungnya cinta ( terhadap Muhammad ), ( Rasul ) yang mendapatkan julukanjulukan kehormatan yang khusus. Yang naik ( bertemu ) ke haribaan Raja Diraja Yang Maha Memberi, sehingga beliau mampu menatap Keindahan-Nya dengan tanpa perantara dan penghalang.

Bertemu Allah tanpa perantara dan penghalang dalah poin utama paragraph di atas. Logika yang penulis miliki dalam menjawab fenomena di atas, penulis belum dapat menemukan perangkat yang mampu connect secara langsung dengan super server (semacam yang dimiliki Google ) tanpa bantuan satelit. Dengan bahasa nakal penulis ingin menyatakan besarnya kemampuan yang dimiliki oleh seorang Muhammad sehingga beliau mampu connect secara langsung dengan Dzat Yang Maha Agung.

Muhammad, pribadi yang sangat agung. Keagungan yang bukan untuk kita upayakan munculnya tandingan karena yang demikian adalah hal yang tidak akan mungkin. Keagungan Muhammad yang harus kita terima dilanjutkan dengan upaya mengikut keagungannya untuk mampu menghantarkan kita kepada keagungan Dzat Maha Pencipta.

Rabu, 01 April 2009

Do'a-doa dalam bait Ya Robbi Sholli

Salah satu Hadits Qudsy menyatakan : “Aku ada dalam prasangka hamba-Ku. Jika baik, maka baiklah adanya. Jika buruk, maka buruk pula adanya.”

Salah satu bentuk pemahaman hadits qudsy di atas, jika kita merasa Allah akan mendengar dan mengabulkan do’a kita, maka insya Allah hal tersebut bakal terjadi. Dan jika kita menganggap yang sebaliknya, demikian pula yang bakal kita alami.

Bait – bait Ya Rabbi Shalli sesungguhnya adalah kumpulan do’a. Secara keseluruhan do–doa dalam bait-bait Ya Rabbi Sholli adalah :

1. Memohonkan sholawat salam atas Rasulillah.

2. Memohonkan maqom wasilah bagi Nabi Muhammad.

3. Memohonkan keutamaan-keutamaan bagi Nabi Muhammad.

4. Memohonkan ridlo atas para sahabat dan anak cucu Rasulillah.

5. Memohonkan ridlo terhadap para guru.

6. Memohonkan rahmat kepada kedua orang tua.

7. Memohon rahmat kepada sesama.

8. Memohon rahmat kepada setiap muslim.

9. Memohonkan ampunan kepada setiap orang yang berdosa.

10. Memohon agar tidak menjadi orang yang berputus asa.

11. Memohon kesempatan menziarahai Rasulillah.

12. Memohon limpaha/pantulan cahaya Rasulillah.

13. Memohon perlindungan dan keamanan.

14. Memohon ditempatkan di surga.

15. Memohon diselamatkan dari api neraka.

16. Memohon mati syahid.

17. Memohon diberi kebahagiaan.

18. Memohonkan kebajikan bagi para pelaku kebajikan.

19. Memohon campurtangan Allah terhadap pelaku kerusakan.

20. Memohon syafaat.

Poin-poin do’a di atas tentulah amat bernilai bagi orang mukmin. Memohonkan sholawat salam atas Rasulillah beserta keutamaan dan maqom wasilah atas beliau adalah adalah bentuk syukur kepada Allah serta sebuah investasi. Memohonkan ridlo atas para sahabat, anak cucu Rasulillah serta kepada para guru adalah bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap orang yang jasanya melebihi pahlawan kemerdekaan. Memohonkan rahmat atas kedua orang tua, kepada sesama manusia dan kepada sesama muslim adalah bentuk syukur, kepedulian dan kasih sayang social yang luas dan yang lebih spesifik lagi. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Jika segala sadar terbangun dan segala pengharapan yang sungguh-sungguh dimunculkan saat memanjatkan do’a-doa sebagaimana di atas, maka sebenarnya banyak hal sangat positif muncul dan terbangun. Positif yang nilainya jauh lebih tinggi dari investasi para politikus melalui statemen, iklan maupun silaturrahmi dan lainnya. Investasi yang kadang dibangun dengan mengekploitasi penderitaan dan kesengsaraan saudara sebangsa. Kalimat pamungkas paragraph ini menyatakan mengumandangkan Ya Rabbi Sholli secara bersama-sama sebagaimana yang telah banyak dilakukan adalah jauh lebih sah dari manuver politik yang pada masa sekarang way of life kebanyakan orang.

Tentang operasionalitas Ya Rabbi Sholli, hal-hal eksakta mungkin dapat membantu kita. Majunya teknologi digital yang merangsek zaman bisa kita manfaatkan sebagai pengantar dalam memahami dan menghargai tata cara serta tata krama berdo’a sebagaimana yang para ulama menekankannya.

Lalu, apa pasal teknologi digital diikutkan dalam pembahasan ini? Sedikit agak panjang penulis ingin mengemukakan alasan; susunan syaraf kita terdiri dari bahan konduktor yang merespon dan meneruskan getaran elektrik. Demikian penjelasan para ahli yang kita percaya hingga saat ini. Syaraf kita merupakan benda-benda teknologi. Demikian pula dengan indera dan organ-organ penting lainnya, kinerja mereka dapat dijelaskan secara teknologi.

Yang terjadi di dalam hati, jika kita pernah mengamati, terjadi kondisi ( emosi ) yang berubah-ubah, menjadi stabil atau menjadi labil. Menjadi tertib tertata atau menjadi amburadul. Menjadi yakin dan memiliki pengharapan yang besar atau menjadi apatis, cuek dan lainnya.

Agar kita dapat menyemangati diri lebih baik dalam menata hati, kita nyatakan saja bahwa perangkat dan kode – kode digital dalam hati ini harus kita kelola sedemikian rupa untuk menuju kondisi hati yang stabil. Kita meyakini adanya bad sector dalam format hati,. meyakini adanya virus para hacker yang tidak sengaja, atau malah dengan sadar kita inputkan kedalam hati. Jika diperlukan, kita juga perlu mendefragmenting data, men-scan, me-refresh atau langkah lainnya yang akan menjamin terjaganya format dan kinerja hati. Tentu saja langkah-langkah untuk semuanya harus mengacu kepada rumusan pemrograman yang telah diajarkan para Ulama’. Ulama adalah pakar software hati setelah Rasululloh dan para sahabat panutan.

Lalu, melantunkan bait-bait Ya Rabbi Sholli dengan hati yang lupa seharusnya tidak terjadi demi tumbuhnya maslahat yang lebih luas. Suasana khidmat harus bisa diciptakan saat melantunkannya. Lagu yang dipilihpun harus disesuaikan. Keharusan lainnya lagi adalah dimunculkannya kesadaran untuk dapat merawat kesalehan pendahulu tersebut berbarengan dengan semangat mengaktualisasikannya. Tantangan bagi mereka yang memproklamirkan diri sebagai pengikut dan bahkan benteng para ‘Ulama. Tantangan sekaligus batu ujian untuk menuju posisi sebagai santri yang sesungguhnya.

Tidaklah kecil poin-poin do’a dalam kumpulan bait Ya Rabbi Sholli di atas. Ia dapat saja diasah jauh lebih tajam melebihi pedang hizib dan bermanfaat dalam memerangi kebathilan. Kebathilan dalam diri kita sendiri, yang lebih awal, dan kebathilan di sekitar kita pada tahapan berikutnya.

Terlupa akan Ya Rabbi Sholli, poin-poin do’a di dalamnya serta bait-bait pujian sesudahnya adalah kondisi yang harus kita hindarkan jika kita mencintai para Nabi dan para pewarisnya. Sedangkan memandang kecil terhadap poin-poin do’a dalam rangakian bait yaa Rabbi Sholli beserta fadlilah kegiatan diba’iyah adalah kekeliruan yang menjerumusakan kita dalam jurang kehinaan dan celaka. Bahkan mungkin dinilai takabbur dan mendapat ancaman sebagaimana surat Al Mu’min ayat 60 : “Sesungguhnya orang-orang yang enggan memohon kepada-Ku, Aku akan memasukkannya ke dalam neraka Jahannam.”

Pengharapan akan rahmat Allah janganlah terputus dari dalam hati. Allaahumma sholli wa sallim wa baarik ‘alaihi.

Jumat, 27 Maret 2009

Kearifan Ulama. Fiqh dan Pendidikan

Dalam fiqh, perjalanan manusia sejak lahir hingga dewasa dikategorikan ke dalam 4 ( empat ) masa.
  • Shoby ( kanak-kanak )
  • Mumayyiz ( mulai memiliki pengetahuan )
  • Murohiq ( mulai memiliki kemandirian ) dan
  • Aqil Baligh ( Dewasa dan memiliki tanggung jawab )
Ulama-ulama fiqh memberikan parameter kemampuan bagi masing -masing kategori usia di atas serta perlakuan kepada mereka bagi para orang tua, misalnya kewajiban memberi perintah melaksanakan sholat saat anak memasuki usia 7 tahun.

Jika dikaji lebih mendalam, apa yang ulama fiqh sampaikan dalam bahasan-bahasan fiqhiyah tentang kategori usia di atas, sesungguhnya aspek psikologi (termasuk psikologi perkembangan) tercermin serta terwakili di dalamnya.

Jika fiqh hanya dilihat dari sisi ibadah mahdlah, maka kategori usia di atas akan memiliki dimensi psikologi yang sempit. Akan tetapi jika fiqh dilihat dari sisi ibadah dan mu'amalah (ibadah secara lebih luas) maka kategori usia sebagaimana di atas memiliki kaitan yang lebih luas serta mendasar dengan permasalahan kurikulum pendidikan.

Secara lebih riil tulisan ini ingin menyampaikan, jika kita mendalami pemahaman kategori usia plus parameter/tuntutan kemampuan sebagaimana yang para ulama fiqh sampaikan, sesungguhnya kita telah dapat mendesain sebuah dasar kurikulum pendidikan.

Tulisan ini memang baru sebuah pemikiran awal. Akan tetapi pendidikan model pesantren yang tentu saja kental dengan masalah fiqhiyah merupakan sebuah model pendidikan yang telah dapat "dirasakan" hasilnya. "Kemapanan pribadi" alumnus pesantren secara rata-rata melebihi kemapanan lulusan lainnya. Setidaknya ini terjadi pada dekade - dekade yang lalu.

Penurunan kualitas "kemapanan pribadi" lulusan pesantren pada masa akhir - akhir ini penulis simpulkan sebagai akibat perilaku latah pesantren untuk secara mudah dan tanpa persiapan memadai dalammengadopsi kurikulum pendidikan non pesantren. Pesantren secara tidak sadar terlena dengan promosi kurikulum non pesantren serta hal-hal lain yang merugikan.

Tulisan ini bukanlah ajakan untuk bersikap kolot terhadap perkembangan zaman. Akan tetapi apa yang para salafus sholih sampaikan agar kita senantiasa berpegang pada prinsip Al Muhaafadzoh alal Qodiimis Shoolih wal Akhdzu bil jadiidil Aslah haruslah dapat kita pegang dan maknai dengan benar.

Ada beberapa poin mendasar tentang tulisan di atas.

  1. Memelihara kesalehan para pendahulu ( Ulama') adalah hal yang mutlak harus dilakukan oleh Pesantren untuk memelihara sebuah pengabdian dalam mengemban amanah kekhalifahan. Kesalehan para pendahulu merupakan standar baku sebuah pengabdian. Pengabaian atasnya mengakibatkan pemerosotan kualitas manusia sebagai sebaik-baik penciptaan.
  2. Pengetahuan yang dimiliki oleh para Ulama memiliki nilai lebih dibanding pengetahuan yang dihasilkan bukan olehnya. Ulama adalah pribadi yang sangat dekat dengan Tuhan Yang Maha Mencipta dan Memelihara. Pengetahuan mereka tentu bukan hanya sekadar hasil olah logika, akan tetapi ada unsur bimbingan ilahiyah di dalamnya. Dan karenanya sudut pandang pengabdian serta maslahat tidak pernah terlepas dari dalamnya.
  3. Penghargaan atas ulama sebagai pewaris para nabi haruslah dimotori pesantren. Jika pesantren meninggalkan para Ulama, maka parameter apa yang dipergunakan untuk menetapkan predikat santri bagi peserta didik yang menuntut pendidikan di lingkungan pesantren?
  4. Karena Islam adalah kaaffah, maka hukum Islam adalah Kaaffah pula. Maka aspek beban fiqhiyah tentu memiliki kaitan erat dengan standar kompetensi yang harus dimiliki manusia berdasar kategori usia. Mempelajari fiqh para ulama secara mendalam dan menjadikannya salah satu dasar serta spirit sebuah desain kurikulum tentu akan memunculkan nilai lebih yang mampu mengangkat kualitas pendidikan di negeri ini yang sedang mengalami keterpurukan.
  5. Pesantren, yang bahkan mencantumkan kata Salafi bagi label nya, apakah telah benar-benar berjalan dalam koridor salafus sholih dan perjalanan kesehariannya? Kejujuran dan semangat khidmat yang tinggi akan mampu menjawab ini dengan pas.
Mengulang apa yang penulis sampaikan di atas, tulisan ini masih merupakan pemikiran yang awal serta secara global. Akan tetapi secara moralitas dan cerminan sebuah akidah, mengikut kepada para Ulama tidak mungkin mengantarkana kita ke dalam suatu kondisi merugi.

Tantangan bagi kita bersama yang melabeli diri dengan predikat santri. Lebih-lebih label Kiyai.

( Ini hanyalah subuah upaya mengembangkan pemikiran, andai sebuah pemikiran lain berhadapan dengan apa yang aku sampaikan itu adalah hal yang biasa dan merupakan sebuah rahmat bagiku. Pengabdian pada-Nya, itulah tujuan utama bersama. Saling menghargai adalah kewajiban asasi. Salam hormat bagi semua pengunjung blog kami)


Usai Pengajian pagi.
Suasana lain lingkungan pondok yang rindang dan jauh

Sabtu, 14 Maret 2009

Tentang Blog pp nurul huda beratkulon

Pemenuhan kebutuhan rohani haruslah tidak dipandang berbeda, apalagi berseberangan dengan upaya pemenuhan kebutuhan jasmani. Upaya pemenuhan kedua hal tersebut dipandang oleh islam sebagai sebuah pengabdian. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan jasmani maupun rohani, kedua-duanya merupakan bentuk ibadah.

Da'wah islamiyah, yang dilaksanakan Ponpes Nurul Huda khususnya, memerlukan seperangkat pendukung, tak terkecuali sebuah media komunikasi.

Bersamaan dengan dilaksanakannya upaya ( boleh dianggap upaya besar ) penataan dan pengembangan da'wah oleh Ponpes Nurul Huda di lingkungan internal, webbsite dipandang sebagai satu kebutuhan yang harus diwujudkan.

Dimulai akhir Pebruari 2009, dengan bekal seadanya, webbsite / bolg "pp nurul huda beratkulon" mulai launching ke hadapan khalayak.

Dengan media ini, ponpes mengharapkan terbangunnya komunikasi yang lebih bagus antara pondok pesantren dengan segenap alumni maupun masyarakat luas, tak terkecuali lembaga, badan maupun instansi yang berkaitan dengan pendidikan maupun pesantren.

Hingga tulisan ini dipostingkan, Webbsite ini dapatlah dianggap baru merupakan langkah awal yang akan selalu dilanjut-kembangkan. Pada tahapan berikutnya telah direncanakan situs yang lebih bagus bagi media komunikasi pesantren melalui jalur internet. Lebih bagus dalam artian domain yang dimiliki memiliki nilai tinggi serta penataan situs yang lebih profesional serta dapat mewakili informasi tentang pesntren secara utuh.

Sehubungan dengan hal di atas, pengelola situs maupun pimpinan pesantren mengharapkan partisipasi aktif segenap pihak utamanya para alumni untuk ikut memberikan masukan riil bagi kemajuan situs ini. Situs ini membutuhkan sentuhan profesional dalam hal tata letak dan desain serta artikel - artikel yang bagus dan memberikan nilai lebih bagi pesantren secara umum serta penataan jalur komunikasi yang lebih lancar.

Dalam hal pengelolaan, untuk sementara ini, situs masih dimotori oleh cak imron seorang diri.

Langkah pasti pesantren, khususnya dalam pengelolaan situs ini mudah-mudahan mendapat dukungan yang memadai dan pada muaranya akan memberikan manfaat besar bagi bangsa sebagaimana pendiri pesantren mencanangkan pondasi da'wahnya.

Akhir dari artikel ini ada sekedar hadiah bagi para pengunjung. yang terhormat. Sekedar hadiah dimaksud ada di bawah ini;



Langkahku pasti
Tak perduli sejauh mana jarak mesti ditempuh kaki
Terjal jalan dan lelah sesungguhnya indah
Dan kemenangan sesungguhnya telah pasti.

Kancah perjuangan bukan hanya mengenal satu istilah
membunuh, karena sesungguhnya lawan tak akan berkurang jumlahnya
ia akan selalu bermunculan, bahkan di dalam diri kita
Badan rebah bersimbah darah dan nyawa terpisah
adalah kehormatan tiada banding manakala maut ditantang dengan berhadapan.
Berpaling dari kecamuk perang adalah watak pecundang
yang tak akan memiliki arti, walau setitik nilai

Aku bersenjatakan do'a
Berperisaikan tawakkal pada Yang Maha Kekal
Darahku adalah kemurahan Sang Pengasih
Pengabdian, hanya itu yang harus kulakukan.

Cak Imron, 14 Maret 2009

Kepada segenap alumni kami sampaikan :
  • Undangan untuk mengujungi situs pp nurul huda ini.
  • Permintaan untuk dapat memberikan masukan positif bagi perkembangan situs dan pp nurul huda secara umum.
  • Harapan untuk dapat mengisi situs dengan artikel yang sejalan dengan arah pemikiran sitius dan pondok pesantren. Tulisan dapat dikirim ke e-mail sebagaimana tercantum dalam profil kelembagaan pondok. Sesampainya di alamat kami akan menguploadnya ke dalam situs.
  • Mohon dukungan untuk memperkenalkan situs ini kepada sesama alumni dan pihak lain yang dianggap perlu.
Demikian dan terima kasih atas segala perhatian dan dukungan.

Kamis, 05 Maret 2009

PROFIL KELEMBAGAAN PONDOK

Nama Lembaga :
Lembaga Sosial dan pendidikan Pondok Pesantren Nurul Huda
(Pondok Pesantren Nurul Huda )

Alamat Lembaga :
Jl. KH. Mansyur Beratkulon Kemlagi Mojokerto
Telepon 0321 - 7179343, 7179345, 7179347
E-mail : ali.imron040863@gmail.com

Badan Hukum / Akte Notareis:
Akte Notaris; Muhtar, SH. No 68.
Badan Hukum No;
Lembaga; 62.397.832.3602.000
Bank; Bank Syariah Mandiri Cabang Mojokerto, No. 0820047715

Pengasuh / Ketua lembaga :
KH. Ahmad Syifa'ur Romly.
Contact Number; 081553872138

Jumlah Santri:
Santri mukim 209 santri, putra - putri
Alumni aktif 272 santri, putra - putri

Tanah dan Bangunan :
Luas tanah, 11.500 M2 ( Milik sendiri )
Luas bangunan 1850 M2, meliputi asrama, musholla, kantor dan sarana MCK.

Kegiatan yang dikelola :
  • Madrasah Diniyah
  • Madrasah Hifdzil Qur'an
  • Pelatihan - pelatihan ( Manajemen, leadership, komputer dll )
  • Agribisnis & Kelompok Belajar Tani
  • Panti Asuhan
  • Majlis Dzikir ( Jam'iyah khususiyah Thoriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyah )
____________________________________________________________________________


Keterangan :
  1. Santri mukim adalah santri yang tinggal di asrama pondok pesantren. Sedangkan alumni aktif adalah para lulusan yang terhimpun dan secara rutin mengikuti kegiatan pondok pesantren. Kepada alumni aktif ini utamanya diberikan tambahan bekal bidang pertanian dan agribisnis serta pelatihan - pelatihan yang lain.
  2. Kegiatan agribisnis serta kelompok belajar tani digeluti secara aktif setelah pondok pesantren menerima bantuan program penanaman Cabe Merah dan Direktorat Jendral Hortikultura Departemen Pertanian. Bidang pertanian memang garapan utama pondok pesantren dalam hubungannya sebagai bidang kewirausahaan. Dalam waktu dekat, jika Allah berkenan, PondokPesantren akan memulai proyek pertanian terpadu yang akan dikerjakan bersama - sama dengan intansi terkait dan masyarakat. Sebuah upaya maju bidang pertanian yang diharapkan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas sumberdaya tani di lingkungan internal maupun eksternal Pondok Pesantren Nurul Huda

Suasana dalam kegiatan sekolah lapang Kelompok Belajar Tani Ponpes Nurul Huda, tampak Wakil Ketua Pondok bersama para petugas Dinas Pertanian ( Gambar Atas )


Gambar bawah kiri, poenanggung jawab teknis budi daya cabe sedang melakukan pengamatan.
Gb. bawah kanan, peninjauan lokasi budi daya seusai sekolah lapang bersama para peserta kelompok belajar tani ponpes.



Rabu, 04 Maret 2009

Visi Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Huda Besuk Beratkulon

Moto:

Janganlah engkau merasa rendah dan jangan pula berduka, ( karena ) sesungguhnya engkau adalah orang - orang yang luhur jika engkau adalah orang yang beriman.


Para salafus sholih adalah pribadi-pribadi yang mapan. Apa yang beliau-beliau sampaikan adalah pedoman yang tak lekang oleh zaman. Salah satu pedoman yang diwariskan salafus sholih adalah tuntutan untuk bisa menjaga kesalihan para pendahulu, "almuhaafadhoh alal qodiimis shoolih".

Maka, meski tanpa mencantumkan kata salafi dalam nama, Pondok Pesantren Nurul Huda melaksanakan pendidikan sebagaimana yang para salafus sholih telah lakukan.. Mendidik santri untuk(1)mampu berpengetahuan, (2)rajin dan terampil beramal dengan (3)landasan akhlaq. Tiga hal yang menjadi parameter utama sumber daya manusia untuk mampu mengemban amanah kekhalifahan di muka bumi.

Senada dengan hal di atas, para wali tanah Jawa memprasastikan 3 hal di atas sebagai uborampe upacara menanam ari-ari jabang bayi. Setidaknya prasasti ini dapat penulis jumpai di sebagian besar wilayah Jawa Timur. Uborampe dimaksud adalah menyertakan pensil pendek dan kertas, jarum tangan plus benang serta alas dan penutup ari-ari dari daun waru.
Pensil dan kertas mewakili kemampuan baca dan tulis, jarum benang mewakili ketrampilan, sedangkan daun waru merupakan simbol dari rasa cinta. Prasasti, yang sangat simpel akan tetapi memiliki makna yang luas dan mendalam.

Kemampuan membaca dan menulis haruslah diartikan sebagai kemampuan mendeteks dan mengentrikan data.
Perbedaan nilai dan harga perangkat handphone ( misalnya ) terletak pada fitur ketrampilan perangkat dimaksud. Semakin terampil sebuah perangkat untuk menghasilkan kinerja serta makin banyaknya fitur yang dimilikinya, ia semakin bernilai dan berharga.
Sedangkan rasa cinta, ia adalah hal mutlak yang harus dimiliki setiap manusia agar ia memiliki makna dalam hidup serta mampu aktif mewujudkan kemaslahatan bagi diri sendiri maupun orang sekeliling.

Kepada diri sendiri, kepada keluarga, kepada sesama, kepada hasil karya, kepada Allah Sang Pencipta, haruslah dibangun rasa cinta. rasa cinta yang sangat universal.

Para wali penyebar Islam tanah Jawa, para salafus sholih, adalah pribadi - pribadi yang matang dan mapan. Pribadi yang mampu memandang kehidupan secara utuh dan menjabarkan pedomannya secara asasi dan mendasar, sehingga pedoman tersebut selalu sesuai dengan berputarnya waktu. Dulu, kini dan masa mendatang. Pedoman yang juga memberikan jaminan kebahagiaan kehidupan di dunia maupun kelak di akhirat.

Adalah fakta, negara - negara yang maju dalam hal pendidikan semisal Inggris dan Australia, beberapa tahun yang lalu, peneliti - peneliti mereka datang dan mempelajari pola pendidikan pondok pesantren salafi. Hasil penelitian ini kemudian mereka kembang terapkan. Dan mereka berhasil. Yang menjadi sebuah ironi adalah kita menganggap apa yang mereka terapkan dalam mendesain pendidikan adalah trade mark mereka dan kita ( baca, bangsa Indonesia ) adalah pengikut. Padahal yang terjadi sebenarnya, mereka belajar dari apa yang para salafus sholih dahulu telah terapkan dalam pola pendidikan pesantren.

Sangat disayangkan, kita bersama tidak pandai untuk menjaga warisan para leluhur serta melestarikannya.

Pondok Pesantren Nurul Huda Beratkulon meneguhkan cita - cita untuk dapat mewarisi kearifan para pendahulu dan melestarikannya. Al-Muhaafadhoh 'alal Qodiimis Shoolih. Semoga 'inayah dan taufiq Allah selelu menyertai setiap gerak dan langkah mulia ini. Amin.

Cak Imron.

Pengikut

Mengenai Saya

Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia